“Nightmare on Sony Ericsson Service Centre”
Saya baru-baru ini mengalami “mimpi buruk” dengan hp Sony Ericsson yang saya beli. Berikut kronologisnya:
- Pada hari Sabtu malam, 13 Januari 2007, saya membeli Handphone merk Sony Ericsson J230i Dark Chrome -59260- seharga Rp.600.000,- di toko Telstar kompleks pertokoan Megamas Manado. Keadaan HP masih tersegel dan mendapat garansi resmi satu tahun. HP langsung saya gunakan saat itu juga.
- Hari demi hari berlalu, dan HP yang saya baru beli tersebut, tetap saya gunakan sambil saya pelajari. Kemudian masalah terjadi. Pada hari minggu, 28 Januari 2007, ketika saya ingin menelpon orang tua saya di Jakarta, nada panggilan yang biasanya terdengar, kali itu tidak terdengar, tapi kalau saya perhatikan di layar monitor, terlihat HP saya sedang dalam proses memanggil, dan selanjutnya terlihat juga di layar kalau Ibu saya yang berada di seberang sana sudah menerima panggilan dari saya, namun tidak terdengar sedikitpun suaranya…..sampai akhirnya saya putuskan hubungan tersebut.
- Selanjutnya saya coba untuk yang keduakalinya. Ternyata masih sama.Kali ini saya segera aktifkan speaker phone. Baru terdengar suara ibu saya. Setelah itu, karena saya masih penasaran, saya coba lagi menelpon ke beberapa teman. Masih sama, saya baru bisa bicara dengan mereka kalau speaker phone diaktifkan. Begitu pula ketika saya coba hubungi telpon di rumah saya….masih seperti itu hasilnya. Termasuk ketika saya yang menerima panggilan, saya harus aktifkan speaker phone. Saya masih ingat, terakhir HP ini masih bisa menerima telpon dengan biasa (tanpa mengaktifkan speaker phone) adalah hari sabtu sore, 27 Januari 2007 (satu hari sebelum masalah muncul). Waktu itu saya menerima panggilan dari teman saya, dan kami bercerita seperti biasa.
- Saya pikir, mungkin saya salah menekan sesuatu di menu atau setting atau lainnya. Namun setelah saya pelajari buku petunjuknya, tampaknya tidak ada sesuatu yang salah. Dan sampai saat itu HP ini juga masih amat mulus, tidak cacat pisik, karena jatuh misalnya…..jadi secara pisik masih oke. Saya jadi bertanya-tanya, “Mengapaaaaa?”
- Masalah ini terjadi ketika saya sedang berada di Gorontalo (saya tinggal di propinsi yang masih relative baru ini, sedangkan kantor saya ada di Manado). Saya ingin segera memperbaiki, tapi saya teringat bahwa HP ini masih digaransi. Untuk mengklaimnya harus dibawa ke tempat service resmi Sony Ericsson. Di Gorontalo belum ada, jadi harus dibawa ke Manado untuk menservice sesuai dengan yang digaransikan. Untuk membawa ke tempat servis yang tidak resmi yang banyak terdapat di kota Gorontalo, saya tidak berani, dengan alasan jangan-jangan belum tentu berhasil diperbaiki, dan kemudian ketika diklaim ke tempat servis resmi Sony Ericsson, mereka sudah tidak mau bertangung jawab, karena sudah orang lain “bongkar” lebih dahulu. Sementara ini saya putuskan menerima dulu kondisi ini, sambil menunggu kesempatan ke Manado.
- Akhirnya, sekitar 11 hari kemudian, setelah masalah muncul, saya berangkat ke Manado, tepatnya hari Kamis, 8 Februari 2007. Dan keesokan harinya, Jumat malam, 9 Februari 2007 saya langsung bawa ke tempat resmi penjualan dan servis Sony Ericsson di kompleks pertokoan Megamas (hampir besebelahan dengan toko Telstar, tempat HP yang bermasalah tersebut saya beli). Saat itu salah seorang petugas meminta saya untuk datang kembali esok hari (setelah saya mengutarakan masalah HP tersebut), karena saat itu mereka sedang ada gangguan sehingga belum bisa mengecek HP saya. Waktu itu saya sempat tanyakan ke dia, kira-kira berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengecek HP tersebut? Dia Cuma menjawab tidak lama.
- Esok malamnya, 10 Februari 2007, saya kembali datangi SCSE. Setelah mereka periksa, ternyata HP benar-benar mengalami masalah, tepatnya “Earphone Eror”. Selanjutnya saya dibuatkan Repair Order. Berikut detailnya: No. RO 146201 (dibawah itu tertulis juga dengan tangan 000552, katanya kalo saya ingin mengecek via telpon, tinggal sebutkan saja nomer tersebut). Kemudian dalam lembaran tersebut, dibawah lambang dan tulisan SE, terdapat lambang dan tulisan Trikomsel (0431-879662), Week Production 06w47, Product J230 Bluei, IMEI 359 077 007 959 360, S/N WUJ008YRXY, KRC AAA-1002011-BV, Warranty Yes, Personal Abuse No.
- Mereka meminta waktu 3 hari untuk memperbaikinya. Oke saya terima. Selanjutnya 3 hari kemudian, tepatnya Selasa malam, 13 Februari 2007, saya datang kembali, dan menyodorkan lembar RO tersebut. Jawaban yang saya terima adalah kerusakan pada HP (earphone) tersebut tidak berhasil diperbaiki, dan mereka memutuskan untuk mengganti earphone. Namun harus menunggu barang tersebut dari Jakarta. Saya tanya berapa lama? Mereka bilang sekitar 1 minggu. Mereka sampaikan kalau sudah ada barangnya saya akan segera dihubungi.
- Setelah hampir 1 minggu menunggu, dan belum ada kabar, akhirnya hari Senin malam, 19 februari 2007, saya kembali mendatangi SCSE. Jawaban yang saya terima adalah earphone penggantinya belum datang dari Jakarta. Jadi harap menunggu saja. Nanti kalau sudah ada akan mereka telpon. Saya tanya sama mereka “berapa lama lagi saya harus menunggu….dan sampai kapan?” Mereka kembali mengatakan sekitar satu mingguan (mungkin karena terdesak sama pertanyaan saya), nanti mereka akan mengontak saya kalau sudah ada. Dengan perasaan amat kecewa, jengkel, dan tidak berdaya, saya kembali pulang.
- Nah…dua malam lalu (Senin, 26 Februari 2007) saya kembali mendatangi SCSE. Seperti yang saya sudah duga, jawaban yang sama saya dapatkan…belum datang dari Jakarta, nanti kalau sudah ada akan kami hubungi…tunggu saja…..ck..ck…ck….Sampai kapannnn!!!???
- Kekecewaan saya sudah jauh berkurang dibanding satu minggu lalu, tinggal perasaan tidak berdaya dan pasrah…..akhirnya saya cari info di Google tentang SE (melalui forum ponsel) …..hhhh……ternyata cukup banyak juga ya yang bernasib sama dengan saya.
Manado, 28 February 2007.
To be continued……








