Sabua Bambu

Desember 19, 2006

Maleo

Diarsipkan di bawah: TNBNW — dannyrogi @ 3:38 am

Macrocephalon maleo, begitu nama latinnya. Namun orang lebih akrab dengan Maleo saja titik. Burung ini amat istimewa. Penampilannya mirip dengan ayam. Namun Ayam pun mesti hormat pada yang satu ini. Sudah pernah lihat telur ayam? …ck….ck….kalau telur Maleo ukurannya 5 kali telur ayam, ini baru satu keistimewaannya. Kelebihan yang lain, kepalanya memiliki helm, sedangkan warna tubuhnya seperti aktor-aktor Holiwood yang menggunakan tuxedo diajang perebutan piala oscar. Kemudian yang luar biasa, kalau bertelur maka telurnya disimpan di dalam tanah dan ditinggalkan begitu saja  sampai menetas sendiri. Setelah itu  si anak Maleo dengan sendirinya keluar dari dalam tanah dan terbang ke dalam hutan untuk hidup sendiri sampai menemukan pasangan ketika sudah dewasa. Keistimewaan lain tentang Maleo adalah, dan ini perlu dicontoh oleh pasangan-pasangan yang sementara kasmaran memadu kasih , mereka  pasangan yang amat setia satu sama lain, kesetiaan mereka dibawa sampai mati…luar biasa. 

Maleo termasuk dalam keluarga Megapode, artinya burung dengan kaki besar, namun yang unik, kaki Maleo justru paling kecil dalam keluarga Megapode. Dalam keluarga ini terdapat 22 jenis termasuk burung Gosong atau Moyo yang banyak terdapat di Phillipina dan Maleo Maluku yang cuma ada di Maluku, tetapi hanya burung Maleo dan dua jenis lain dari 22 jenis dalam keluarga ini yang bertelur di dalam tanah. Maleo menggunakan panas bumi saat bertelur di dalam hutan atau panas matahari bila bertelur dalam pasir di daerah pantai. 

Burung Maleo merupakan burung endemik untuk pulau Sulawesi artinya tidak akan pernah dapat dijumpai di luar pulau Sulawesi. Kondisi inilah yang menjadikan salah satu alasan bagi orang asing untuk datang ke Sulawesi. Orang-orang asing berdatangan dari berbagai penjuru negeri untuk melihat burung yang satu ini karena di seluruh dunia  hampir tidak ada yang mirip dengan burung ini. Diduga ribuan tahun yang lalu pasti banyak tempat lokasi peneluran di sepanjang pesisir pulau Sulawesi, tetapi dalam 30 tahun terakhir ini tempat bertelur Maleo sudah sangat sedikit, karena pemukiman penduduk banyak dibangun di daerah pesisir yang rata dimana jalan raya dan pertanian mudah dibuat. Saat ini burung Maleo yang tersisa paling banyak terdapat di Sulawesi Utara dibanding dengan propinsi lain. Hal ini merupakan salah satu alasan yang baik bagi kita untuk melindungi burung ini sehingga kelangsungan hidupnya di Sulawesi Utara dapat lestari.

 

Mimpi indah

Diarsipkan di bawah: Masa Lalu — dannyrogi @ 2:36 am

Cerita ini bukan tentang mimpi basah. Sorry. Namun, tentang mimpi indah yang aneh.

Satu minggu yang lalu, dalam satu malam, saya bermimpi bertemu dengan tiga orang kawan lama. Satu kali mimpi, dalam setting yang berbeda. Pertama, dalam satu ruangan yang entah berada dimana, saya dengan beberapa teman (ngga jelas juga teman-teman ini siapa?) kedatangan tamu, dua orang cewek. Salah seorang teman saya lantas langsung menegur,…”Halo Diana”…..Saya jadi ikut menoleh. Ternyata saya kenal mukanya. Memang Diana, kakak kelas saya sewaktu di SMA. Kami sama-sama mengikuti ekskul olahraga yaitu Volley. Nah, yang lebih heboh, ternyata cewek yang sama-sama dengan Diana adalah Desi. Dia langsung berteriak memanggil saya…ya ammpuun, seru dan senang banget. Desi ini adiknya Diana. Saya dan Desi satu angkatan di SMA, namun ngga pernah satu kelas. Desi juga aktif di ekskul Volley. Kami semua di ekskul volley amat akrab seperti keluarga. Selanjutnya di mimpi tersebut, saya dan Desi, ngobrol-ngobrol ngelepas kangen (Diana udah ngga kelihatan)…….Bahagia banget…..selanjutnya setting tersebut hilang begitu saja, yang tersisa masih perasaan happy.

Setelah setting yang tadi sirna, muncul setting berikut. Kurang begitu jelas dimana. Namun pada waktu itu saya ketemu dengan Martin. Martin ini adalah mantan koordinator proyek Maleo di Dumoga TN. Bogani Nani Wartabone. Dia orang Inggris, masih muda, lebih muda dari saya. Dalam mimpi itu, saya juga merasa senang ketemu dia, tapi kayaknya dia rada cuek sama saya………..

Lantas saya terbangun, masih mengingat mimpi yang barusan lewat. Lucu, aneh, dan bahagia. Sudah lama ngga ketemu mereka. Dengan Desi dan Diana, ngga ketemu sudah sekitar 17 tahun. Kalau dengan Martin, ngga ketemu sudah sekitar 4 tahun. Desi dan Diana mungkin masih di Jakarta. Martin sudah balik ke Inggris.

Hhhh…nice dream.

Desember 16, 2006

Rebonding & Tenda village

Diarsipkan di bawah: Gorontalo — dannyrogi @ 4:48 pm

Pemandangan muara sungai Bone

Ini pemandangan di muara sungai Bone. Perumahan yang terlihat kecil-kecil itu adalah Kampung Tenda. Yang unik di kampung tenda ini adalah banyaknya rumah-rumah di daerah tersebut yang menawarkan jasa rebonding (ngelurusin rambut). Puluhan jumlahnya. Namanya juga unik-unik. Ada rebonding Indah, rebonding Susan, Rebonding mami Ebi, rebonding lorong senggol, rebonding diva, dsb. Sewaktu di Gorontalo lagi musim rebonding…tahun lalu kalo ngga salah…kampung tersebut menjadi makin ramai, bergeliat dan amat hidup. Semua muda-mudi di Gorontalo, dari mulai anak-anak sampai orang tua, kalau mau ngelurusin rambut, salah satu alternatif tempat yang dituju adalah kampung tenda, karena di tempat ini amat murah, meriah dan massal.
Saya juga ngga tahu, kenapa pada waktu itu muda-mudi Gorontalo begitu senang sekali dengan rebonding? Mungkin hanya warga di kampung tenda yang tahu, sampai mereka berbondong-bondong mendirikan jasa rebonding.
Hari ini kalo kita melintasi jalan di kampung tenda, yang tertinggal adalah papan-papan nama para warga yang menawarkan jasa rebonding…namun sudah tidak seramai dulu lagi….akan kah musim itu datang kembali? Angin semilir sungai Bone akan menjadi saksi.

Desember 14, 2006

Hungayono Camp (2)

Diarsipkan di bawah: TNBNW — dannyrogi @ 11:40 am


Ini foto camp baru kami di Hungayono. Camp kami yang lama (di foto sebelumnya) udah ngga layak huni. Maklum sudah 3 tahun. Camp yang baru ini selesai dibangun bulan september 2006 yang lalu. Tidak sampai satu bulan proses pembuatannya. Dari camp ini lah kami merancang strategi bagaimana upaya-upaya yang dilakukan untuk menyelamatkan Maleo.

Hungayono Camp (1)

Diarsipkan di bawah: TNBNW — dannyrogi @ 8:06 am


Ini salah satu camp yang digunakan untuk program konservasi Maleo. Maleo adalah burung endemik Sulawesi, artinya secara alamiah hanya dapat hidup dan ditemukan di Sulawesi. Maleo sedang mengalami ancaman kepunahan, akibat berbagai ulah manusia. Saat ini ada tiga site di Taman Nasional Bogani Nani wartabone (TNBNW) yang menjadi lokasi riset dan monitoring Maleo. Dua site terletak di Dumoga Kab. Bolaang Mongondow Sulawesi Utara dan satu site terletak di Suwawa Kab. Bone Bolango Gorontalo. Camp ini ada di Suwawa, tepatnya di Hungayono desa Tulabolo. Camp ini dibangun di awal tahun 2003

Desember 13, 2006

Vagina Monolog di Manado (2)

Diarsipkan di bawah: Manado — dannyrogi @ 8:02 am

Pementasan Vagina Monolog sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Di Manado memang baru kali ini. Dulu sempat terdengar bikin heboh di Jakarta….baru denger judulnya saja sudah unik. Nih info selengkapnya tentang kegiatan dulu di Jakarta .

Di Manado acaranya diikuti oleh beberapa organisasi perempuan baik yang ada di pemerintah maupun masyarakat. Beberapa pimpinan atau tokohnya bergantian membacakan puisi yang bertemakan perempuan. Selanjutnya beberapa aktivis perempuan mementaskan Vagina Monolog.
14 kasus kekerasan perempuan, termasuk hubungannya dengan “miss v”, direfleksikan dalam satu gerak tubuh dan penghayatan puisi beralur drama. Begitu loh yang saya baca di harian lokal Manado :) . Sorry saya sendiri menyesal ngga hadir untuk melihat dan mendengar secara langsung.

Oke, saya cuma ingin berkomentar bahwa, ditengah ramainya wacana tentang RUU Pornografi, Poligami dan revisi UU Perkawinan, agar masalah kekerasan terhadap anak dan perempuan di Indonesia, termasuk di Manado, tidak saja hanya selesai disikapi melalui satu pementasan seni dan budaya…apalagi sebatas pernyataan sikap atau pers release. Perlu upaya lebih keras dari itu. Dan lebih dari itu, semuanya harus kita mulai dari diri kita masing-masing. Bagaimana kita di tengah keluarga, tidak melakukan tindak kekerasan (serta pelecehan!), baik secara pisik maupun psikologis, kepada saudara-saudara kita, orang tua kita, istri atau suami kita, anak-anak kita, dll. Selain di keluarga, juga dengan tetangga, maupun teman-teman di kantor atau dimanapun kita berada.

Selama ini kita sering sadar atau tidak sadar melakukan kekerasan atau pelecehan, mulai dari yang soft sampai kategori “brutal” justru pada orang-orang di kalangan terdekat kita, mungkin maksudnya becanda, mendidik, atau bagian dari rasa sayang … tapi? Coba renungkan.

Saya pikir cukup tentang vagina monolog. Berikutnya mungkin kalo “mood” saya lagi oke, ingin rasanya menulis tentang bagaimana vagina dan penis berdialog dalam prosesi ritual reproduksi demi proses regenerasi.

Antara saya dan AA Gym

Diarsipkan di bawah: My family — dannyrogi @ 6:11 am

Jujur…saya iri juga ngeliat AA Gym. Beliau sukses, kondang, dihormati,….n disayangi, paling tidak sama jamaahnya. Dan tampaknya keluarga yang bahagia. Anak-anaknya banyak, berurutan, lucu-lucu, dan istrinya juga terlihat pengertian. Nah…Kurang apalagi sama beliau?

Cerita masih bergulir…..
Baru-baru ini beliau melangsungkan pernikahan untuk yang keduakalinya. AA pun berpoligami. Dan kabarnya ini atas restu istrinya. Tentang pernikahannya yang kedua ini, AA cuma berkomentar kepada publik agar langkahnya semoga bisa dipahami dan beliau pun seorang manusia yang masih sementara belajar….begitu katanya. Mereka bertiga…AA, teh ninih, dan istri keduanya,….juga sudah tampil dimuka publik. Berbagai media meliput secara besar-besaran…dan pro kontra pun terjadi.

Saya juga pengen seperti AA Gym. Kalo perlu melebihi beliau. Punya anak banyak, istri lebih dari satu….mungkin dua, tiga, atau lebih bahkan…kayak raja-raja tempoe doeloe……dan yang paling penting kemudian diantara mereka saling sayang menyayangi. Hidup rukun dan damai dibawah perlindungan saya.

Bisa ngga yaaa, saya beristri lebih dari satu? Mungkin ngga?
Dan sambil berkhayal serta berandai-andai, kembali saya pandangi foto-foto istri dan anak-anak saya. Saya pun lirih berdoa. Semoga Tuhan selalu menyayangi kami, menjaga kerukunan diantara kami. Dan semoga kami tetap dapat mensyukuri nikmat yang telah diberikan kepada-Nya. Baik kemarin, hari ini, maupun lusa nanti.

Bunda, Adinda, Ananda

Diarsipkan di bawah: My family — dannyrogi @ 5:09 am


Satu istri cantik n dua anak yang manis-manis…..apa belum cukup?
Coba deh para suami, liat baik-baik istri n anak anda……so sweet.
Poligami?…….hhhhh…….”belum stou” kalo saya.

Vagina Monolog di Manado (1)

Diarsipkan di bawah: Manado — dannyrogi @ 1:56 am

Senin malam yang lalu (11-12-2006) di Gedung Pingkan Matindas Manado, dibuat pementasan seni budaya bertajuk “Vagina Monolog”. Pementasan dibuat untuk memperingati beberapa hari yang dianggap penting. Hari pahlawan, hari HAM, hari Ibu, dan lainnya yang relevan dengan tema kekerasan khususnya terhadap perempuan.

Menyesal, saya ngga datang di acara tersebut, padahal sudah diberi info untuk hadir. Acara seperti ini, soalnya jarang-jarang digelar di Manado. Dan Masyarakat Manado, paling tidak saya termasuk, butuh alternatif kegiatan yang rada “beda, fresh, nyeleneh” ditengah gencarnya gempuran budaya konsumtivisme dan hedonisme yang marak belakangan ini (indikatornya adalah pembangunan mall-mall atau pusat-pusat perbelanjaan dan iklan-iklan yang mengajak kita untuk belanja gila-gilaan).

Hhhmmm….Manado ini. Ngga ada Mall dan iklan aja, memang masyarakatnya udah terkenal dengan, “Biar kalah nasi, asal jangan kalah aksi”

Pementasan “Vagina Monolog”, cuma sekedar satu alternatif kegiatan untuk mengingatkan, ditengah pesatnya “kemajuan” pembangunan kota Manado, bahwa masih banyak masalah di sekeliling kita, khususnya keperempuanan, termasuk ibu dan anak.

Blog pada WordPress.com.