Sabua Bambu

Desember 13, 2006

Vagina Monolog di Manado (2)

Filed under: Manado — dannyrogi @ 8:02 am

Pementasan Vagina Monolog sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Di Manado memang baru kali ini. Dulu sempat terdengar bikin heboh di Jakarta….baru denger judulnya saja sudah unik. Nih info selengkapnya tentang kegiatan dulu di Jakarta .

Di Manado acaranya diikuti oleh beberapa organisasi perempuan baik yang ada di pemerintah maupun masyarakat. Beberapa pimpinan atau tokohnya bergantian membacakan puisi yang bertemakan perempuan. Selanjutnya beberapa aktivis perempuan mementaskan Vagina Monolog.
14 kasus kekerasan perempuan, termasuk hubungannya dengan “miss v”, direfleksikan dalam satu gerak tubuh dan penghayatan puisi beralur drama. Begitu loh yang saya baca di harian lokal Manado :) . Sorry saya sendiri menyesal ngga hadir untuk melihat dan mendengar secara langsung.

Oke, saya cuma ingin berkomentar bahwa, ditengah ramainya wacana tentang RUU Pornografi, Poligami dan revisi UU Perkawinan, agar masalah kekerasan terhadap anak dan perempuan di Indonesia, termasuk di Manado, tidak saja hanya selesai disikapi melalui satu pementasan seni dan budaya…apalagi sebatas pernyataan sikap atau pers release. Perlu upaya lebih keras dari itu. Dan lebih dari itu, semuanya harus kita mulai dari diri kita masing-masing. Bagaimana kita di tengah keluarga, tidak melakukan tindak kekerasan (serta pelecehan!), baik secara pisik maupun psikologis, kepada saudara-saudara kita, orang tua kita, istri atau suami kita, anak-anak kita, dll. Selain di keluarga, juga dengan tetangga, maupun teman-teman di kantor atau dimanapun kita berada.

Selama ini kita sering sadar atau tidak sadar melakukan kekerasan atau pelecehan, mulai dari yang soft sampai kategori “brutal” justru pada orang-orang di kalangan terdekat kita, mungkin maksudnya becanda, mendidik, atau bagian dari rasa sayang … tapi? Coba renungkan.

Saya pikir cukup tentang vagina monolog. Berikutnya mungkin kalo “mood” saya lagi oke, ingin rasanya menulis tentang bagaimana vagina dan penis berdialog dalam prosesi ritual reproduksi demi proses regenerasi.

Antara saya dan AA Gym

Filed under: My family — dannyrogi @ 6:11 am

Jujur…saya iri juga ngeliat AA Gym. Beliau sukses, kondang, dihormati,….n disayangi, paling tidak sama jamaahnya. Dan tampaknya keluarga yang bahagia. Anak-anaknya banyak, berurutan, lucu-lucu, dan istrinya juga terlihat pengertian. Nah…Kurang apalagi sama beliau?

Cerita masih bergulir…..
Baru-baru ini beliau melangsungkan pernikahan untuk yang keduakalinya. AA pun berpoligami. Dan kabarnya ini atas restu istrinya. Tentang pernikahannya yang kedua ini, AA cuma berkomentar kepada publik agar langkahnya semoga bisa dipahami dan beliau pun seorang manusia yang masih sementara belajar….begitu katanya. Mereka bertiga…AA, teh ninih, dan istri keduanya,….juga sudah tampil dimuka publik. Berbagai media meliput secara besar-besaran…dan pro kontra pun terjadi.

Saya juga pengen seperti AA Gym. Kalo perlu melebihi beliau. Punya anak banyak, istri lebih dari satu….mungkin dua, tiga, atau lebih bahkan…kayak raja-raja tempoe doeloe……dan yang paling penting kemudian diantara mereka saling sayang menyayangi. Hidup rukun dan damai dibawah perlindungan saya.

Bisa ngga yaaa, saya beristri lebih dari satu? Mungkin ngga?
Dan sambil berkhayal serta berandai-andai, kembali saya pandangi foto-foto istri dan anak-anak saya. Saya pun lirih berdoa. Semoga Tuhan selalu menyayangi kami, menjaga kerukunan diantara kami. Dan semoga kami tetap dapat mensyukuri nikmat yang telah diberikan kepada-Nya. Baik kemarin, hari ini, maupun lusa nanti.

Bunda, Adinda, Ananda

Filed under: My family — dannyrogi @ 5:09 am


Satu istri cantik n dua anak yang manis-manis…..apa belum cukup?
Coba deh para suami, liat baik-baik istri n anak anda……so sweet.
Poligami?…….hhhhh…….”belum stou” kalo saya.

Vagina Monolog di Manado (1)

Filed under: Manado — dannyrogi @ 1:56 am

Senin malam yang lalu (11-12-2006) di Gedung Pingkan Matindas Manado, dibuat pementasan seni budaya bertajuk “Vagina Monolog”. Pementasan dibuat untuk memperingati beberapa hari yang dianggap penting. Hari pahlawan, hari HAM, hari Ibu, dan lainnya yang relevan dengan tema kekerasan khususnya terhadap perempuan.

Menyesal, saya ngga datang di acara tersebut, padahal sudah diberi info untuk hadir. Acara seperti ini, soalnya jarang-jarang digelar di Manado. Dan Masyarakat Manado, paling tidak saya termasuk, butuh alternatif kegiatan yang rada “beda, fresh, nyeleneh” ditengah gencarnya gempuran budaya konsumtivisme dan hedonisme yang marak belakangan ini (indikatornya adalah pembangunan mall-mall atau pusat-pusat perbelanjaan dan iklan-iklan yang mengajak kita untuk belanja gila-gilaan).

Hhhmmm….Manado ini. Ngga ada Mall dan iklan aja, memang masyarakatnya udah terkenal dengan, “Biar kalah nasi, asal jangan kalah aksi”

Pementasan “Vagina Monolog”, cuma sekedar satu alternatif kegiatan untuk mengingatkan, ditengah pesatnya “kemajuan” pembangunan kota Manado, bahwa masih banyak masalah di sekeliling kita, khususnya keperempuanan, termasuk ibu dan anak.

Tema: Shocking Blue Green. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.