Senin malam yang lalu (11-12-2006) di Gedung Pingkan Matindas Manado, dibuat pementasan seni budaya bertajuk “Vagina Monolog”. Pementasan dibuat untuk memperingati beberapa hari yang dianggap penting. Hari pahlawan, hari HAM, hari Ibu, dan lainnya yang relevan dengan tema kekerasan khususnya terhadap perempuan.
Menyesal, saya ngga datang di acara tersebut, padahal sudah diberi info untuk hadir. Acara seperti ini, soalnya jarang-jarang digelar di Manado. Dan Masyarakat Manado, paling tidak saya termasuk, butuh alternatif kegiatan yang rada “beda, fresh, nyeleneh” ditengah gencarnya gempuran budaya konsumtivisme dan hedonisme yang marak belakangan ini (indikatornya adalah pembangunan mall-mall atau pusat-pusat perbelanjaan dan iklan-iklan yang mengajak kita untuk belanja gila-gilaan).
Hhhmmm….Manado ini. Ngga ada Mall dan iklan aja, memang masyarakatnya udah terkenal dengan, “Biar kalah nasi, asal jangan kalah aksi”
Pementasan “Vagina Monolog”, cuma sekedar satu alternatif kegiatan untuk mengingatkan, ditengah pesatnya “kemajuan” pembangunan kota Manado, bahwa masih banyak masalah di sekeliling kita, khususnya keperempuanan, termasuk ibu dan anak.





Hmmm…baca soal “vagina”, pikiran jadi ngeress…tapi sebenarnya apa seh isi acara sebenarnya????
Komentar oleh Iwan — Desember 13, 2006 @ 2:59 am
Sabar….tunggu info selanjutnya di jilid 2.
Tx komentarnya.
Komentar oleh dannyrogi — Desember 13, 2006 @ 3:02 am
Kapan penis monolog?
Komentar oleh thebigant — Desember 18, 2006 @ 2:13 am