
Macrocephalon maleo, begitu nama latinnya. Namun orang lebih akrab dengan Maleo saja titik. Burung ini amat istimewa. Penampilannya mirip dengan ayam. Namun Ayam pun mesti hormat pada yang satu ini. Sudah pernah lihat telur ayam? …ck….ck….kalau telur Maleo ukurannya 5 kali telur ayam, ini baru satu keistimewaannya. Kelebihan yang lain, kepalanya memiliki helm, sedangkan warna tubuhnya seperti aktor-aktor Holiwood yang menggunakan tuxedo diajang perebutan piala oscar. Kemudian yang luar biasa, kalau bertelur maka telurnya disimpan di dalam tanah dan ditinggalkan begitu saja sampai menetas sendiri. Setelah itu si anak Maleo dengan sendirinya keluar dari dalam tanah dan terbang ke dalam hutan untuk hidup sendiri sampai menemukan pasangan ketika sudah dewasa. Keistimewaan lain tentang Maleo adalah, dan ini perlu dicontoh oleh pasangan-pasangan yang sementara kasmaran memadu kasih , mereka pasangan yang amat setia satu sama lain, kesetiaan mereka dibawa sampai mati…luar biasa.
Maleo termasuk dalam keluarga Megapode, artinya burung dengan kaki besar, namun yang unik, kaki Maleo justru paling kecil dalam keluarga Megapode. Dalam keluarga ini terdapat 22 jenis termasuk burung Gosong atau Moyo yang banyak terdapat di Phillipina dan Maleo Maluku yang cuma ada di Maluku, tetapi hanya burung Maleo dan dua jenis lain dari 22 jenis dalam keluarga ini yang bertelur di dalam tanah. Maleo menggunakan panas bumi saat bertelur di dalam hutan atau panas matahari bila bertelur dalam pasir di daerah pantai.
Burung Maleo merupakan burung endemik untuk pulau Sulawesi artinya tidak akan pernah dapat dijumpai di luar pulau Sulawesi. Kondisi inilah yang menjadikan salah satu alasan bagi orang asing untuk datang ke Sulawesi. Orang-orang asing berdatangan dari berbagai penjuru negeri untuk melihat burung yang satu ini karena di seluruh dunia hampir tidak ada yang mirip dengan burung ini. Diduga ribuan tahun yang lalu pasti banyak tempat lokasi peneluran di sepanjang pesisir pulau Sulawesi, tetapi dalam 30 tahun terakhir ini tempat bertelur Maleo sudah sangat sedikit, karena pemukiman penduduk banyak dibangun di daerah pesisir yang rata dimana jalan raya dan pertanian mudah dibuat. Saat ini burung Maleo yang tersisa paling banyak terdapat di Sulawesi Utara dibanding dengan propinsi lain. Hal ini merupakan salah satu alasan yang baik bagi kita untuk melindungi burung ini sehingga kelangsungan hidupnya di Sulawesi Utara dapat lestari.






